![]() |
| Photo by Alex Green from Pexels |
Seperti musim, cinta dalam suatu hubungan tumbuh dan memudar.
Salah satu mitos paling umum dalam
pernikahan adalah kepercayaan bahwa ketika cinta memudar, hubungan berakhir.
Tidaklah begitu!
Jika pasangan Anda berkata, 'Saya
sudah putus cinta dengan Anda,' jangan panik. Bukan berarti pernikahan Anda
berakhir. Itu bahkan tidak berarti dia tidak mencintaimu. Yang sebenarnya
adalah pasangan Anda telah tersesat, atau tidak memahami banyak tahap yang harus
dilalui oleh cinta dan suatu hubungan.
Anda terpanggil untuk mengambil alih
situasi, membimbing pasangan Anda untuk memahami proses ini, dan bahkan mulai
menghidupkan kembali hubungan Anda.
Kunci suksesnya adalah memahami apa
yang terjadi dalam pernikahan Anda dan peran yang dimainkan oleh cinta. Sangat
mudah bagi kita untuk menghubungkan kehilangan perasaan jatuh cinta dengan
cinta sejati yang tidak terjadi.
Setelah sensasi awal asmara hilang,
pasangan sering menemukan diri mereka tersesat dan bingung. Apa yang tidak
mereka sadari adalah bahwa cinta bukan hanya perasaan penuh nafsu memabukkan.
Perasaan itu memiliki umur simpan. Ketika timbul harapan untuk menghabiskan hidup
bertahun-tahun bersama, pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan pada diri
sendiri adalah 'Bagaimana sekarang saya mencintai tanpa sensasi awal?'
Kita harus sadar bahwa setiap hubungan memiliki tahapan:
- jatuh cinta,
- bulan madu
- kekacauan atau kekecewaan,
- cinta atau resolusi yang matang.
Kita sangat cepat menilai bahwa kita
tidak lagi mencintai seseorang hanya karena perasaan itu memudar. Dengan
pemahaman yang benar, kita dapat berharap bahwa meskipun perasaan itu mungkin
tidak ada, itu tidak berarti kita tidak mencintai.
Sejatinya, cinta adalah sebuah
komitmen. Ini bukan hanya perasaan, tapi tindakan. Orang dewasa mencintai
karena pilihan dan bukan hanya karena keadaan.
Langkah selanjutnya adalah mengelola
perasaan pasangan Anda atau kekurangannya dengan memulai dengan dialog. Bicara
tentang perasaan dan cari tahu apa yang terjadi, dari mana asalnya? Ada banyak
alat dan metode yang tersedia untuk pasangan 'bersama-sama atau dengan seorang
konselor/mediator' yang akan membantu mereka memeriksa situasi mereka saat ini.
Bicaralah dengan pasangan Anda dan beri tahu dia bahwa hubungan itu paling
tidak layak untuk dibicarakan.
Dalam dialog, biarkan pasangan Anda
berbicara dan Anda mendengarkan. Mungkin ada hal-hal penting yang perlu Anda
pelajari tentang pasangan dan pernikahan Anda. Di sisi lain, Anda juga dapat
membagikan perasaan Anda sendiri tentang apa yang terjadi. Namun, cobalah untuk
tidak menyalahkan pasangan Anda, tetapi bagikan pikiran dan perasaan Anda
dengan menggunakan pernyataan 'Saya merasa'.
Sementara itu, lakukan perbaikan diri.
Tidak ada kata terlambat untuk berkembang menjadi orang yang lebih bahagia,
lebih dewasa, dan lebih dicintai - bahkan jika itu hanya sesuatu yang Anda
lakukan untuk diri sendiri. Untuk semua yang Anda tahu, Anda yang baru ini akan
lebih menarik bagi pasangan Anda dan menjadi kejutan baginya.
Terakhir, jangan berhenti memperkuat
kehadiran Anda dalam pernikahan. Lakukan beberapa tindakan cinta yang positif
untuk pasangan Anda tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Ini mencerminkan
pandangan Anda yang matang dan positif tentang apa sebenarnya cinta itu.
Jadikan tindakan ini dari hal-hal kecil. Tidak harus menjadi gerakan besar yang heboh.
Catatan:
Bahan tulisan disarikan dari Save My Marriage Today. Silakan kunjungi untuk mengetahui selengkapnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar