Tampilkan postingan dengan label Masalah Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2021

RUSAKNYA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI

Photo by Alex Green from Pexels

INI bisa terjadi pada siapa saja bahkan orang-orang terbaik sekalipun. Komunikasi adalah hal yang berubah-ubah, dan arah komunikasi sering kali menjadi kabur, terutama ketika cinta dan perasaan terlibat. Bahkan mereka yang berpikir bahwa mereka kebal terhadap kisruhnya konflik dapat juga terseret ke dalam rusaknya komunikasi yang tidak diharapkan, dan kekacauan pun terjadi.

Juga bagi mereka yang berpendidikan tinggipun tidak lebih baik daripada banyak orang lain. Ini terjadi pada saya di akhir pekan, dan sejujurnya itu mengejutkan saya. Pasangan saya mengatakan kepada saya sesuatu yang benar-benar menyakiti perasaan saya, dan saya secara otomatis menyerang balik untuk membela diri.

Itu adalah pertengkaran yang konyol, hanya tentang sesuatu yang sederhana seperti sebotol parfum yang salah tempat. Tetapi bagi saya, itu mewakili sesuatu yang jauh lebih dalam seolah mengungkit masalah seebelumnya (yang telah mereda selama beberapa minggu). Saya frustrasi karena harus mencari sesuatu yang tidak sesuai dengan yang saya harapkan, lebih buruk lagi ketika pasangan saya telah memindahkan tempatnya dan saya tidak tahu mulai dari mana mencarinya.

Saya harus membongkar, menjungkirbalikkan dan memeriksa Parfum, jarum dan benang, kunci mobil, wadah Tupperware untuk menyimpan soda kue, penutup kursi diluar ruangan kami, untuk mencarinya. Sebenarnya, jawaban sederhana saja dari pasangan saya ketika hal-hal ini digeser akan menghemat banyak waktu dan rasa frustrasi. Tapi apa jawaban yang saya dapatkan?

"Kamu perlu membuka matamu dan mengatur dirimu dengan lebih baik"

Tentu saja saya kesal dan patah hati.

Ketika esoknya saya pulang kerja, saya lalu melatih anjing kami dan memasak makan malam agar sudah siap di atas meja pada saat pasangan saya pulang. Rumah itu selalu bersih dan hangat, karena saya sangat sadar perlunya pulang ke lingkungan yang rapi.

Saya melihat ini sebagai hal penting dari peran saya yang pulang lebih dulu, meski itu membutuhkan banyak waktu saya. Untuk menunjukkan bahwa saya punya waktu untuk "mengatur diri saya lebih baik" , menangkis kata-kata yang benar-benar menyakitkan itu.

Saya tidak mengharapkan pujian, tetapi saya berharap bahwa usaha saya diakui. Tapi dia malah berkata,

 "Saya tidak mengharapkan kamu memasak makan malam saya setiap malam."

 Waduh,… saya menafsirkannya sebagai tidak tahu berterima kasih, dan bahkan lebih menyakiti saya.

Jadi bagaimana ini?

Pasangan saya merasa bersalah karena pulang ke rumah setiap malam dan karena rumah sudah rapi, sementara saya merasa bersalah jika tidak rapi. Bukan tentang saya yang mencoba membuat pasangan saya merasa bersalah, tetapi tampaknya memang itu yang terjadi. Dan di sinilah komunikasi jadi berantakan. Dia salah menafsirkan upaya saya, dan saya salah menafsirkan tanggapannya.

Komunikasi, komunikasi, dan komunikasi.

Saya berharap pasangan saya memberi tahu apa maunya. Saya perlu diberi tahu. Saya perlu menyuarakan frustrasi saya sebelum mencapai titik didih. Kami berdua perlu berbicara lebih banyak tentang perasaan kami, dan bagaimana setiap kontribusi kami dihargai, dan bagaimana kami menafsirkan kontribusi satu sama lain dengan positif.

Hanya karena sesuatu tidak dibicarakan, bukan berarti itu tidak penting. Sebuah hubungan atau pernikahan bukanlah kompetisi, tetapi bagi banyak pasangan kok rasanya seperti itu.

Ketika orang merasa bersalah atau stres, bisa membuat mereka bertindak dengan cara yang lucu. Seringkali stres dan rasa bersalah menjadi penghalang komunikasi. Kunci untuk mengatasinya adalah mengenali apa itu, dan memiliki keberanian untuk membicarakannya. Anda mungkin dapat melakukannya sebagai pasangan, atau Anda mungkin menginginkan bantuan seorang teman yang dapat mendengarkan cara Anda berkomunikasi satu sama lain dan memberi wawasan dan saran.

Kami akhirnya bisa menyelesaikan persoalan kami itu, dan berciuman dan berpelukan. Tidak akan terlalu menyakitkan karena saya merasakan cinta pada saat yang bersamaan. Kejadian itu menjadi pengingat yang baik bagi saya.

Terkadang kita begitu sibuk dengan emosi kita sendiri sehingga lupa memikirkan orang lain. Anda juga perlu menghibur diri dengan kemungkinan bahwa Anda salah mengartikan satu sama lain. Membicarakannya adalah cara untuk mengungkap mis-komunikasi dan membiarkan penyembuhan dimulai.

Pelajaran yang bagus untuk dipelajari, bahkan untuk para ahli sekalipun.

Catatan:

Bahan tulisan disarikan dari Save My Marriage Today. Silakan kunjungi untuk mengetahui selengkapnya. Klik saja ☝


TIPS Untuk MENARIK PRIA

Pernahkah kamu punya teman atau bekerja dengan orang yang sepertinya diprogram untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri…tetapi juga sangat...